Jika kita perhatikan jumlah kekayaan yang kita miliki dengan realita ekonomi kebanyakan rakyat Indonesia saat ini, kita akan melihat adanya sesuatu yang tidak sesuai antara kenyataan ekonomi dengan harapan dan apa yang seharusnya terjadi. Realita ekonomi yang kita hadapi pastinya bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan.
Ada sesuatu yang janggal dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Ada sesuatu yang salah dengan segala apa yang bangsa Indonesia lakukan dalam pembangunan segala bidang khususnya bidang ekonomi.
Jika kita menengok ke negara tetangga kita Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam; kita akan menemukan sesuatu yang tidak seimbang pun terjadi disana jika kita menghubungkan tingkat ekonomi dengan sumber daya alam yang mereka miliki.
Untuk membahasnya mari kita sedikit bermain-main dengan analongi dan analisis matematis.
Jika kita hubungkan antara dua variabel yaitu variabel "Tingkat ekonomi" yang kita simbolkan dengan "E" dan "Sumber Daya Alam" yang kita simbolkan "SDA" maka secara logika matematika seharusnya didapat hubungan dua variabel yaitu "E ~ SDA" (~= berbanding lurus) atau "E= k.SDA"
Tapi jika kita lihat pada kenyataan yang ada formula tersebut tidak sesuai.
Formula itu tidak perlu perbaikan atau penambahan..,
Selain dipengaruhi Sumber Daya Alam, masih banyak lagi variabel lain yang harusnya kita perhitungkan dalam pembangunan ekonomi.
Variabel-variabel yang semestinya diperhitungkan dalam pembangunan ekonomi di antaranya:
1) Sumber Daya Alam (SDA)
2) Jumlah Penduduk (JP)
3) Kualitas Penduduk (KP)
Dari variabel ke-dua dan ke-tiga (JP dan KP) kita dapat melihat produktifitas Sumber Daya Manusia. Jika kualitas Sumber Daya Manusia kita simbolkan dengan (SDM) maka kita rumuskan:
SDM=KP/JP
SDM standart yang harus dimiliki suatu negara agar pembangunan berbanding lurus dengan Sumber Daya Alam yang dimilki adalah monimal KP/JP=1...,
Dari keseluruhan variabel yang ada maka kita rumuskan:
E= SDM.SDA atau E= SDA. KP/JP
Bagaimana analisis terahadap pembangunan ekonomi Indonesia saat ini?
Jika kita anlogikan Indonesia adalah negara A dan Brunai Darrusalam adalah B maka sesuai fakta yang ada kita lihat:
E(A) <= E(B)
SDA(A) => SDA (B)
Lalu:
E(A)<=E(B)
SDA(A).SDM(A)<=SDA(B).SDM(B)
SDM(A)/SDM(B)<=SDA(B)/SDM(A)
Jadi Perbandingan antara SDM kita dengan SDM Brunai Darrusalam lebih kecil. Bahkan lebih kecil daripada perbandingan kekayaan alam kita dengan Brunnai Darrusalam. Dari apa yang kita lihat dan kita kaji bersama kita memiliki suatu hipotesis yang didasari dengan keyakinan besar bahwa ketrtinggalan ekonomi kita diakibatkan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kita miliki. Banyak fakta yang sangat serung kita lihat. Banyak industri yang ada di negara kita yang sahamya dimiliki oleh investor luar negeri, industri banyak mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli dalam industri kita, banyak barang-barang import yang masuk ke pasar-pasar lokal di Indonesia. Tentu hal yang salah jika kita memutuskan hubungan dengan negara-negara tersebut atau memboikot produk-produk impor dan lain-lain. Hal yang terpenting saat ini kita mengejar ketertinggalan SDM kita. Jalur terpenting untuk itu adalah pendidikan. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan negara-negara maju mengepakakkan sayap ekonominya didepan negara-negara yang memiliki SDA yang melimpah. Ingat: E~SDA dan SDA~"IPTEK"
Buah Pikir: Mohamad Daeng Malongi P
Save and Share!
Stumble Digg TweetSave Reddit More
Related Posts :